Teori Mengerikan Dari Ilmuwan Tentang Luar Angkasa

Luar angkasa selalu menjadi topik perbincangan yang cukup menarik untuk dibahas. Bagaimana keanehan yang ada disana, bagaimana bentuk unik benda-benda langit yang terlihat begitu indah meskipun hanya melihat dari planetarium tempat melihat pengamatan meteorit. Hal-hal tersebut selalu memunculkan asumsi para ilmuwan bahkan diantaranya ada yang terdengar cukup gila.

Teori Yang Muncul Dari Fenomena Luar Angkasa

Ada banyak teori mencengangkan yang tidak masuk akal bagi kita yang hanya manusia awam. Namun beberapa fenomena luar angkasa yang pernah terjadi sebelumnya semakin menguatkan teori-teori tersebut sehingga. Kebanyakan orang bahkan sampai mempercayai hal gila tersebut, salah satunya adalah tentang Kiamat Higgs Boson. Kira-kira ada kejadian apa saja ya?

Kanibalisme Galaksi

Arti dari kata kanibalisme sudah tidak asing bagi kita semua bukan? Yap, kanibalisme adalah kejadian dimana suatu jenis memakan jenis yang sama. Tidak berbeda dengan fenomena kanibalisme galaksi yang berarti suatu benda asing langit dapat melahap benda asing lainnya yang berukuran lebih kecil. Benda asing langit yang dimaksud tentunya adalah galaksi.

Ada suatu teori yang dapat membuat bulu kuduk mu berdiri, yaitu pernyataan dari para ilmuwan bahwa 2 milyar tahun yang lalu Galaksi Andromeda pernah menelan galaksi kecil yang posisinya tidak jauh dari Bumi. Dan kemungkinan terburuk dari hal ini adalah kejadian dimana bumi kita akan termakan galaksi lain dalam kurun waktu 4,5 milyar tahun kedepan.

The Zombie Stars

Kalau tadi kita mendengar kata Kanibalisme, maka kali ini akan ada kata Zombie didalam teori para ilmuwan tentang luar angkasa. Tau zombie kan? Femomena kebangkitan hidup kembali setelah pernah mengalami kematian. Bayangan kalian pada teori yang satu ini pasti sudah tau maksudnya dong? Buat yang masih belum paham, teori ini menyebutkan bahwa bintang yang meredup dan kehilangan cahayanya dianggap bintang yang sudah mati. Namun pada tahun 2013 lalu terdapat kejadian yang tertangkap dari pemantauan NASA.

Saat itu terdapat sebuah bintang yang sebelumnya sudah kehabisan gas dan membuatnya menjadi bintang mati disekitar tahun 2006. Namun ditahun 2013 tersebut NASA kembali melihat bintang yang sama, bedanya bintang ini hidup kembali dan memancarkan cahaya selayaknya bintang-bintang yang hidup. Fenomena Zombie Stars ini masih menjadi pertanyaan bagi para ilmuwan.

Kiamat Higgs Boson

Teori kali ini adalah teori Kiamat Higgs Boston yang paling mengerikan dan paling banyak dipercaya oleh orang-orang. Ilmuwan menyatakan bahwa adalah fenomena dimana adanya sebuah Gelombang luar angkasa dengan energi Higgs. Gelombang yang penuh dengan energi Higgs ini harus konsisten dan stabil agar alam semesta juga tetep pada tempatnya.

Kemungkinan terbesar yang diasumsikan oleh para ilmuwan adalah bahwa lama kelamaan nantinya gelembung ini akan memenuhi ruang hampa yang ada di angkasa. Dan jika hal tersebut terjadi, maka alam semesta akan hancur sampai ke bentuk terkecilnya. Meskipun begitu, kamu masih bisa bernafas lega sambil bermain judi sbobet dirumah karena fenomena ini diperkirakan akan terjadi beberapa juta tahun lagi.

Planetarium Jakarta Tempat Pengamatan Meteorid

Planetarium Jakarta Tempat Pengamatan Meteorid

Ada kabar baik bagi kalian yang memang pecinta tata surya yakni terdapat tempat untuk melihat planet serta meteorid itulah Planetarium Jakarta. Terletak di Taman Ismail Marzuki ( TIM ) dan agak dekat dengan beberapa tempat populer lain seperti IKJ serta Taman Budaya.

Planetarium Jakarta sudah berdiri dari tahun 1964 silam serta diprakarsai Presiden Soekarno lalu diserahkan penanganannya melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 1969. Di tempat ini juga tersedia ruang pameran benda- benda angkasa yang jarang kita lihat sebelumnya. Dan juga, sebagai tempat yang menyuguhkan berbagai foto serta keterangan lengkap dari berbagai bentuk galaksi lalu diteruskan pada teori-teori pembentukan galaksi disertai pengenalan tokoh-tokoh dai semua teori di dunia.

Planetarium Jakarta Sebagai Sarana Rekreasi

Planetarium Jakarta Tempat Pengamatan Meteorid

Selain salah satu acara unggulan seperti pertunjukan Teater Bintang dan multimedia / citra ganda, Planetarium & Observatorium Jakarta juga menyediakan sarana prasarana observasi benda langit. Dan juga disini kalian dapat melihat beberapa benda-benda langit seperti meteorid melalui peneropongan secara langsung ! Dan untuk menyaksikan fenomena / kejadian-kejadian alam lainnya, seperti gerhana bulan, gerhana matahari, meteorid dan lain-lain yang berkaitan dengan tata surya.

Selain itu, Planetarium dan Observatorium Jakarta juga menyediakan penyajian tata surya serta rasi bintang dan dikemas dalam sebuah cinema yang epik. Saat ini pengunjung dari orang orang itu berupa grup dan seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa Planetarium belum menerima jenis tiket perorangan.

Serta, sebagai sarana dan penyedia objek tata surya Planetarium Jakarta ini juga mendapatkan predikat sebagai wahana simulasi langit terbaik yang ada di Jakarta. Dan juga menjadi salah satu tempat wisata pilihan keluarga di Jakarta. Kemarin ada beberapa rombongan orang asing yang singgah ke Planetarium yakni dari beberapa grup dari situs judi online terpercaya di indonesia yang pergi kesana.

Mereka berpendapat bahwa saat berkunjung ke Planetarium Jakarta mereka sudah disuguhkan dengan nuansa tata surya yang menakjubkan. Ditambah dengan layanan dan juga crew dari Planetarium yang menyuguhkan perjalanan nya. Disitulah juga aku melihat salah satu dari mereka bermain judi online uang asli sambil berjalan jalan. Dan ada juga yang secara langsung daftar judi online seketika mereka berada disana. Ternyata meemang ada penggalangan dana dari bandar judi online terpercaya tersebut terhadap Planetarium Jakarta.

 

 

Meteoroid? Meteor? Meteorit? Apa bedanya?

Seperti yang kalian ketahui bahwa Bumi adalah salah satu planet atau bintang siarah yang berputar mengikuti sebuah orbit. Di alam tata surya tidak hanya ada kumpulan planet saja, namun ada bintang lainnya dengan ukuran lebih kecil.

Benda asing luar angkasa memang sangat menarik untuk dibahas dan dipelajari. Apalagi untuk hal baru yang sangat jarang dan bahkan belum pernah kita temukan secara langsung. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan juta benda langit yang melayang di tata surya secara tenang karena hampa udara serta gravitasi. Lalu bagaimana jika benda tersebut jatuh ke planet bumi?

Continue reading Meteoroid? Meteor? Meteorit? Apa bedanya?

Lubang Hitam Luar Angkasa

Lubang Hitam Luar Angkasa

Pada dasarnya lubang hitam adalah bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat, bahkan kekuatan dari cahaya juga tidak bisa menembusnya. Beberapa teori ada yang mengatakan jika butuh massa besar untuk menciptakan sebuah lubang hitam yang berada pada ruang waktu tersebut.

Continue reading Lubang Hitam Luar Angkasa

Fakta Menarik Bintang, Sampai Jadi Nama Karakter Sebuah Film!

Saya ini termasuk salah satu orang yang menjadikan Stargazing sebagai hobi setiap malam hari terlihat cerah. Mungkin di beberapa daerah ada yang kesulitan melihat bintang di malam hari karena langitnya tidak begitu bersih. Namun jika kamu berada di lokasi yang sekitarnya sedikit polusi, saya jamin Stargaze di malam hari adalah kegiatan yang paling menggugah hati kalian!

Continue reading Fakta Menarik Bintang, Sampai Jadi Nama Karakter Sebuah Film!

Badan Antariksa Eropa

Badan Antariksa Eropa Berhasil Mencapai Misi Ke Matahari

Seperti yang kalian ketahui belakangan ini, banyak sekali badan antariksa melakukan inovasi serta misi terkenal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Hal itu dikarenakan semua negara mengejar tentang penemuan terbaru di bidang antariksa luar angkasa.

Continue reading Badan Antariksa Eropa Berhasil Mencapai Misi Ke Matahari

Luar Angkasa CNES

Badan Pengawas Luar Angkasa CNES

National Centre for Space Studies atau Centre National D’etudes Spatiales (CNES) adalah badan ruang angkasa yang dimiliki oleh pemerintah Perancis. Kantor pusatnya berada di pusat kota Paris dan itu berada di bawah pengawasan Departemen Pertahanan dan Penelitian Perancis.

CNES Memberikan Bantuan Mengatasi COVID-19

Badan Pengawas Luar Angkasa CNES

CNES berakitivitas dari Toulouse Space Center dan Guiana Space Center, namun belakangan ini, WASHINGTON-rumah sakit di Toulouse, Perancis, menerima 90.000 wajah masker dari Badan Antariksa Perancis CNES minggu ini dalam upaya untuk membantu membatasi penyebaran pandemi virus koroner, menurut agen dari presiden Prancis.

Dalam sebuah wawancara 24 Maret yang lalu, Jean-Yves Le Gall mengatakan CNES memiliki banyak penyimpanan masker wajah karena inisiatif kebijakan pemerintah Perancis sekitar satu dekade yang lalu mengarahkan instansi pemerintah untuk menyimpan masker di tangan dalam hal pandemi global.

Banyak masker wajah yang berada di tangan mereka yang ditujukan untuk tiga hingga lima tahun ke depan, tetapi tetap kami menyimpan nya. Dikutip dari Le Gall yang mengatakan kepada SpaceNews.

“Setiap tahun kami membeli masker baru. Kami menyimpan masker yang sebelumnya yang secara teknis belum digunakan” kata Le Gall. “Jadi, menghadapi kekurangan masker, saya mengambil inisiatif untuk mengusulkan masker yang kami simpan ini untuk di bawa ke rumah sakit di Toulouse.”

Le Gall mengatakan staf rumah sakit mengumpulkan masker yang belum digunakan. CNES pun memiliki sekitar 30.000 masker yang tersisa untuk karyawannya sendiri, katanya.

Perancis memiliki lebih dari 161.488 kasus yang telah dikonfirmasi. Kasus COVID-19 dan 22.614 kematian pada tanggal 26 April, menurut pelacakan penyakit di Johns Hopkins University. Negara ini tetap berada di bawah penguncian, dengan denda yang harus dibayarkan untuk pelancong yang melakukan perjalanan yang tidak penting.

CNES Bekerja Dari Rumah

Badan Pengawas Luar Angkasa CNES

Le Gall mengatakan bahwa sebagian besar 2.500 karyawan CNES bekerja dari jarak jauh bukan di fasilitas lembaga di seluruh daratan Perancis dan Guiana Perancis, wilayah Amerika Selatan Perancis di mana Pusat Antariksa Guiana berada.

Sekitar 70 untuk 80 orang tetap di Toulouse Space Centre untuk terus beroperasi militer dan satelit sipil, kata Le Gall. 120 orang lainnya tetap berada di Pusat Antariksa Guiana untuk menjaga situs peluncuran agar tetap aman, kata CNES.

Pertanyaan mengenai kapan Pusat Antariksa guiana akan melanjutkan kegiatan peluncuran adalah pertanyaan yang sulit, kata Le Gall. “Ketika pemerintah Prancis mengatakan bahwa krisis berakhir maka orang-orang akan mampu kembali bekerja dalam mode aman katanya. “Kami siap untuk segera melanjutkan, peluncuran operasi, tapi aku tidak tahu tentang kepastian kapan.”

Le Gall mengatakan bahwa meskipun pekerjaan jarak jauh dan Ruang kendali antariksa telah ditutup, CNES tetap produktif. Sudah cukup mudah untuk mereka tinggal di rumah tetapi terus bekerja, katanya. “Bahkan, saya di rumah tapi saya tidak pernah begitu sibuk” karena bekerja dari rumah telah memungkinkan pertemuan online selama rentang waktu yang lebih luas.

Bantuan dari Perusahaan Antariksa

Perusahaan Antariksa telah menyumbangkan uang atau sumber daya untuk membantu memerangi Corona Virus. Avio membuat 250.000-Euro ($275.000) Donasi ke dua rumah sakit: satu di kourou, guiana Perancis, dan satu di Colleferro, Italia, di mana perusahaan yang membangun roket Vega, juru bicara Avio Giuseppe Coccon mengatakan melalui email pada tanggal 26 Maret 2020. Peluncuran startup Inggris Skyrora mengatakan 23 Maret adalah menciptakan Hand sanitizer. SpaceX membuat dan menyumbangkan Hand Sanitizer dan masker wajah untuk rumah sakit dan berbagai bisnis lainnya.