Askap, Teleskop Canggih Asal Australia Pemeta Luasnya Bima Sakti

Ilmuwan Australia mengatakan bahwa mereka sudah memetakan satu juta galaksi baru menggunakan teleskop canggih di gurun. Sebuah badan pengetahuan pengetahuan nasional, CSIRO mengatakan bahwa teleskop barunya sudah menciptakan “atlas baru alam semesta” didalam pas singkat. Serta membuktikan detil yang belum pernah berlangsung sebelumnya bahkan kejadian meteor di Indonesia.

Teleskop itu memetakan total tiga juta galaksi, dengan gambar yang dua kali lebih rinci survei sebelumnya. Para astronom menghendaki gambar-gambar selanjutnya bakal mengarah terhadap penemuan-penemuan baru mengenai alam semesta. CSIRO mengatakan bahwa pemetaan hanya memakan pas 300 jam, namun survei all-sky di awalnya memakan pas bertahun-tahun.

Kecanggihan Australian Square Kilometer Array Pathfinder (Askap)

Dengan data yang ada untuk umum, para ilmuwan di semua dunia bakal mampu mempelajari segala suatu hal mulai berasal dari pembentukan bintang hingga bagaimana galaksi dan lubang hitam super masif mereka berevolusi dan berinteraksi. Sistem ini terletak di belahan bumi selatan di pedalaman Australia Barat yang terkenal suka mengakses login sbobet. Daerah terpencil dan tersebar terhadap area 6 km (3,7 mil) berasal dari observatorium CSIRO Murchison, lebih kurang 700 km di utara Perth.

Australian Square Kilometer Array Pathfinder (Askap) adalah kumpulan 36 antena piringan yang bekerja serupa untuk mengambil panorama langit. Dengan mengkombinasikan isyarat berasal dari piringan yang lebih kecil, teleskop ini menciptakan gambar beresolusi tinggi dengan cost yang lebih murah berasal dari satu piringan yang sangat besar. Volume data yang sangat besar mampu dihasilkan terhadap kecepatan yang lebih cepat daripada semua lantas lintas internet di Australia.

Kemudian volume data selanjutnya dikirim ke sarana superkomputer di Perth untuk mengakibatkan gambar. Teleskop Askap melakukan survei langit-langit pertamanya th. ini, termasuk 83% langit dan tiga juta galaksi seluruhnya. Peta itu digabungkan dengan hanya menggunakan 903 gambar yang sangat detail. Survei di awalnya perlu puluhan ribu untuk melengkapi gambaran langit.

Para astronom mengatakan bahwa kedalaman dan skalanya sangat menarik gara-gara dengan mengakibatkan katalog jutaan galaksi di luar Bima Sakti, mereka mampu melakukan anggapan statistik. Hal ini mampu mendukung jelas bagaimana alam semesta berevolusi dan terstruktur. Teleskop Askap adalah tidak benar satu pelopor proyek internasional untuk membangun teleskop radio terbesar di dunia yang bakal berlokasi di Afrika Selatan dan Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *