Mengungkap Fungsi Keberadaan Lubang Hitam Di Angkasa

Lubang Hitam Di Angkasa (bahasa Inggris: black hole) adalah anggota dari ruang sementara yang merupakan gravitasi paling kuat, lebih-lebih cahaya tidak sanggup kabur. Teori relativitas lazim memprediksi bahwa perlu massa besar untuk menciptakan sebuah batu meteorit di tapanuli yang berada di ruang waktu. Di kira-kira lubang hitam ada permukaan yang disebut horizon peristiwa.

Objek ini disebut “hitam” dikarenakan menyerap apa-pun yang berada disekitarnya dan tidak sanggup lagi lagi, lebih-lebih cahaya. Secara teoretis, lubang hitam sanggup memliki ukuran sebesar apa pun, dari mikroskopik hingga ke ukuran alam raya yang sanggup diamati oleh https://asiasbobet.online/. Teori medan kuantum di dalam ruang-waktu melengkung memprediksi bahwa horizon moment memancarkan radiasi disekitarnya dengan suhu yang terbatas.

Suhu ini berbanding terbalik dengan massa lubang hitam, supaya susah untuk diamati lubang hitam bermassa bintang atau lebih. Lubang hitam terbagi menjadi 4: lubang hitam bermassa menengah, lubang hitam primordial, lubang hitam bintang, dan lubang hitam supermasif yang sering kali ada di pusat suatu galaksi.

Untuk melakukan tugas ini, astronom dari Radbound University dan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency, ESA), mencanangkan konsep mengirim teleskop radio ke luar angkasa supaya sanggup mengabadikan lubang hitam lebih jelas. Konsep tersebut, akan melibatkan dua atau tiga satelit di dalam orbit sirkular dari berita https://fitnessandlapswim.splashthat.com/ di kira-kira planet yang akan mendeteksi keberadaan lubang hitam.

Mempelajari Lubang Hitam Di Angkasa

Konsep yang dinamai “Event Horizon Imager (EHI)” ini, didemonstrasikan didalam simulasi foto lubang hitam Sagittarius A. “Menggunakan satelit (untuk menyita foto lubang hitam) miliki banyak keuntungan bandar sbobet ketimbang kenakan teleskop radio di Bumi, seperti yang sudah ditunaikan Event Horizon Telescope (EHT),” ujar Freek Roelofs, astronom Radbound University sebagaimana dikutip Geek.

Lubang hitam yang hilang ini seharusnya berada di galaksi yang amat besar di tengah gugusan galaksi Abell 2261, yang terdapat sekitar 2,7 miliar th. cahaya berasal dari Bumi. Hampir tiap-tiap galaksi besar di alam semesta miliki lubang hitam supermasif di pusatnya, bersama massa jutaan atau milyaran kali lipat massa Matahari. Karena massa lubang hitam pusat biasanya mengikuti massa galaksi itu sendiri, para astronom memperkirakan galaksi di pusat Abell 2261 mengandung lubang hitam supermasif yang menyaingi bobot beberapa berasal dari satu lubang hitam terbesar yang diketahui di alam semesta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *